The first motivation

All people need not be ashamed of making mistakes, as long as he became more thoughtful than before (Alexander Pope).

The second motivation

There are no secrets to reach success. Success can happen because of preparation, hard work and willing to learn from failure (Gen Collin Powel).

The third motivation

The people became so remarkable when they start thinking that they can do something. When they believe in themselves, they have the first secret of success (Norman Vincent Peale).

The fourth motivation

None of our business in life is not to surpass others, but to go beyond ourselves, to break our own record, and to go beyond the day yesterday with today's (Stuart B. Johnson).

The fifth motivation

If you make someone happy today, you also make him happy again twenty years, when he recalled the incident (Sydney Smith).

Jumat, 02 Maret 2012

Rekor Angkat 23 Bangku dengan Gigi

Inilah salah satu pria terkuat didunia. Seorang pria berusia 30 tahun dari Cina, Li Hongxiao berhasil memecahkan rekor menjunjung 23 bangku dengan giginya.

Ini bukan perkara mudah, karena Li harus menumpuk dan menyeimbangkan semua bangku tersebut. Bila satu buah bangku beratnya 3 kg, setidaknya total beban yang harus ditahan pria asal Desa Tianqiao ini nyaris 70 kg.


Di tempat asalnya, Li sudah dikenal sebagai penampil pada pertunjukan 'Lion Dance' sejak usia  8 tahun untuk membiayai keluarganya. Ia pun sudah biasa mengangkat batangan bambu dan tangga dengan giginya sejak tahun 2000. Hmmm, berarti sudah cukup lama Li menekuni profesi ini.


Pernah, saat Li mencoba mengangkat 12 kursi untuk pertama kalinya, ia harus dilarikan ke rumah sakit menerima 18 jahitan setelah kursi-kursi tersebut jatuh.

Ah, setiap tujuan memang ada yang dikorbankan, ya...


Sumber: news.asiantown.net

Sabtu, 25 Februari 2012

Foto dan Biodata Polisi Ganteng

Polisi ganteng atau yang sering disebut POLTENG ini lagi genjar-genjarnya dibicarakan oleh masyarakat. Dengan wajahnya yang ganteng dan postur tubuh yang ideal gagah sangat menarik perhatian untuk para wanita.



Profil Biodata Bripda Saiful Bahri :

Tempat lahir : Subang
Tanggal lahir : 26 Oktober 1990 (atau berumur 21 tahun)
Ayah : H Encas Solihin (46 tahun)
Ibu : Dedeh Kurniasih (36 tahun)
Anak ke : 1 dari 3 bersaudara
Pendidikan : SMP-SMA di pesantren cirebon dan Al-Ma’soem Cileunyi Bandung
SPN (sekolah polisi negara) Cisarua Lembang
Satuan : Sabhara
Unit : Dalmas
Tempat kerja : Kepolisian Resort Kota Besar , Polrestabes Bandung
Lama bekerja : 2 tahun sd saat ini

Jumat, 17 Februari 2012

Nenek Moyang Buaya


Para peneliti dari University of Missouri, Amerika Serikat, menemukan buaya prasejarah yang pernah hidup sekitar 90 juta tahun yang lalu.

Buaya yang dikenal dengan nama Shieldcroc adalah nenek moyang buaya modern.


 
"Aegisuchus witmeri atau Shieldcroc yang ditemukan di Afrika adalah nenek moyang paling awal dari buaya," kata Casey Holliday, Asisten Profesor Anatomi di University of Missouri School of Medicine, seperti dikutip dari Science Daily.

Ia mengatakan Shieldcroc adalah penemuan terbaru dari spesies buaya yang hidup di Cretaceous akhir.

Menurut Holliday, periode ini merupakan bagian dari era Mesozoic, yang  disebut sebagai zaman dinosaurus. Namun, banyak penemuan-penemuan terbaru yang  menyebut era tersebut sebagai zaman buaya.

Berdasarkan  analisis terhadap pembuluh darah jaringan parut pada tulang, buaya tersebut memiliki struktur menyerupai perisai di atas kepalanya. Bagian penyok dan benjolan pada tulang menunjukkan pembuluh darah mengirimkan darah pada gundukan kulit yang melingkar, sesuatu yang belum pernah ditemukan pada buaya.

 
Shieldcroc memiliki tengkorak lebih datar dibandingkan spesies buaya lainnya. Tengkorak datar ini membuat kepala Shieldcroc menjadi terlalu tipis untuk memudahkannya bergulat dengan dinosaurus.

Para peneliti menyatakan reptil kuno ini kemungkinan ahli menangkap ikan karena memiliki rahang tipis.

"Kami percaya Shieldcroc menggunakan wajah panjangnya sebagai alat perangkap ikan," kata peneliti Nick Gardner dari Marshall University.
 
"Buaya itu menunggu sampai ikan berenang di depannya tanpa curiga. Kemudian saat berada cukup dekat, Shieldcroc hanya membuka mulut dan langsung melahap ikan itu."

Holliday bersama Nick Gardner, rekan penelitiannya, mengatakan spesimen tersebut memiliki kepala sepanjang 1,5 meter dan panjang totalnya 9,1 meter.

Sumber: nationalgeographic.co.id

Desa Penuh Anak Kembar

Sebuah keajaiban dunia Siapa pun mungkin kesulitan mengenali anak-anak di Desa Kodinhi, Kerala, India. Sebab, sedikitnya ada 100 pasang anak kembar terlahir di desa tersebut. Dua puluh pasang di antaranya mengenyam pendidikan di sekolah menengah yang sama, yakni Seethi Sahib Memorial, Distrik Malappuram.


Tak heran jika guru di sekolah itu mendapat tugas tambahan untuk menghapal muridnya satu per satu. Kedua puluh pasang anak kembar itu berjenis kelamin sama dan merupakan kembar identik. Para guru kerap salah saat menyapa nama mereka. Apalagi setiap pasang anak kembar hanya dibedakan dengan belahan rambut.

Salah satu pasangan kembar mengatakan, tanda lahir di leher merupakan salah satu pembeda mereka. Selebihnya mereka nyaris sama.

Warga Desa Kodinhi yang mayoritas muslim juga mengatakan, keberadaan anak kembar di desa itu bukan hal yang aneh. Mereka mengangapnya sebagai hal istimewa yang dianugerahkan Sang Pencipta.

Kebanyakan anak kembar juga lahir di rumah sakit yang sama. Menurut gynaecologist rumah sakit setempat, selama 10 tahun ia bekerja tercatat ada 100 hingga 150 kembar. Lima atau enam di antaranya kembar tiga. Kenyataan itu melahirkan misteri yang menarik untuk diteliti lebih lanjut.


sumber: liputan6

Kodok Raksasa dari Afrika

Kodok ini merupakan kodok terbesar yang ada didunia. Kalau kodok diindonesia sendiri tidak lebih besar dari tikus tapi kodok yang satu ini justru makanannya malah tikus. kodok yang beratnya mencapai 4 pon atau hampir 2 kilogram. Itulah Kodok Afrika yang hidup di Mozambik.


Di foto ini terlihat si kodok sedang menelan tikus bahkan tikus itu masih tampak kepalanya di ujung mulut kodok. Tikus yang ditangkap kodok raksasa itu hanya sebanding dengan kaki Kodok Raksasa.


Mengerikan dan menjijikkan kelihatannya. Tapi itulah fakta di Afrika dengan kekayaan satwa dan fauna yang ekstrim dan unik.

Jenis kodok ini sering disebut Kodok lembu (bullfrog) Afrika yang bernama latin Pyxicephalus adspersus. Kodok ini juga dikenal agresif dan garang saat merenggut mangsanya.


Kodok raksasa ini bergigi tajam, warnanya hijau kehitaman mengkilat dan kakinya seperti kaki biawak. Ada sedikti warna kuning kemerahan di beberapa bagian tubuhnya.

Bayangkan saja betapa besar kodok ini sehingga mampu melahap ular kobra, tikus atau burung yang sedang hinggap di habitatnya. Berarti kodok ini mampu bergerak cepat dan sanggup menyerang siapa pun yang mengganggunya.


Wajar demikian, karena rahang bawah kodok raksasa itu memiliki semacam gigi yang disebut odontoid untuk menjepit dan mengunyah begitu mencaplok mangsa.

Selain tikus, makanan favoritnya adalah kadal, burung, bahkan ular berbisa sekalipun. Bahkan, konon pernah ada seekor kodok yang sanggup menghabisi 17 anak kobra sebagai santapannya.

Sumber: haxims.blogspot.com

Jumat, 10 Februari 2012

Seramnya Alat Kedokteran Kuno


Sungguh mengerikan alat-alat yang digunakan oleh para dokter jaman dulu, segalanya langsung bersentuhan dengan bagian tubuh yang sakit.

Bagi kita di jaman sekarang, tampaknya sulit untuk diterima akal. Namun, teknologi di masa tersebut memang belum semaju saat ini, jadi wajar saja.

Sebagai kilas balik, kita lihat beberapa diantaranya: 


1.Tobacco Enema(1750-1810)



Dipergunakan pertama kali dalam hal medis untuk memasukkan asap melalui anus/dubur, alat ini digunakan terhadap para korban tenggelam. Dengan memasukkan asap tembakau melalui anus/dubur, maka dipercaya bahwa korban tenggelam tersebut dapat kembali bernafas setelah pingsan akibat tenggelam.

2.Artificial Leech(1840)



Dipergunakan untuk pengobatan penyakit mata dan telinga.

 
3.Double Guillotine(1860)


Dipergunakan untuk mencabut amandel.

 4.Screw Gag(1880-1910)

Dipergunakan untuk membuka paksa mulut si pasien.
5.Saw(1830-60)


 

Gergaji yang dipergunakan untuk menggergaji luka yang dianggap telah lemah untuk dioperasi.



6.Backward Scissors(1550)




gergaji ini dipergunakan untuk melakukan operasi amputasi.
7.Knive For Cutting(1770)


Pisau dan gunting yang biasa digunakan untuk operasi.


8.Manual Trepanation Skull(1800)



 


 Alat yang dipergunakan untuk melubangi tengkorak kepala (operasi bagian dalam kepala).


9.Tools For Operations On Hemorrhoids And The Uterus(1870)

  
Rantai yang ada pada alat ini dipergunakan untuk memotong salurangemmoroidalny site.

 

10.Combating Hernia(1850)



Alat ini akan dimasukkan kedalam area tubuh yang terserang hernia dan akan dibiarkan dalam beberapa minggu dan akan dikeluarkan, dan luka bekas penggunaan alat ini akan menyembuhkan hernia.

11.Tool To Extract the bullet(1500)


Dengan menggunakan alat ini, peluru yang menembus masuk kedalam tubuh akan dikeluarkan.


Sumber: siswa.univpancasila.ac.id

Indahnya Tanbo, Lukisan di Atas Sawah


Ini adalah sebuah maha karya yang begitu menghebohkan. Ketika industri seni sibuk dengan pemujaan pada seniman-seniman berkelas, takjub terhadap harga selangit di balai-balai lelang terkenal, kaum akar yang sering terpinggirkan tetap asik mencipta karya seni dengan basis kerakyatan serta kebersamaan.

 
Foto: atlasobscura.com


Sebagai contoh, yang belakangan kabarnya sedang hype adalah karya seni para petani Jepang di atas sawah mereka, atau lebih dikenal sebagai Tanbo Art.

Tanbo Art adalah seni ‘melukis’ diatas kanvas raksasa, yaitu berupa sebidang sawah. Karya seni ini pertama kali muncul pada tahun 1993 di desa Inakadate, 600 mil dari Tokyo (masuk dalam Prefektur Aomori di wilayah Tohoku, Jepang).

Di tahun tersebut, penduduk Inakadate sedang mencari cara untuk merevitalisasi desa mereka. Eksplorasi arkeologi menyebabkan kesadaran bahwa padi telah ditanam di daerah tersebut selama lebih dari 2000 tahun. 

Untuk menghormati sejarah ini, mulailah mereka membuat inovasi karya seni dan sawah dipilih sebagai medianya. Guna memperoleh warna yang beraneka rupa, petani Inakadate menggunakan empat jenis varian padi.

Foto: dailymail


Proses penciptaan Tanbo Art lumayan rumit dan penuh ketelitian. Desain gambar dibuat awal dengan bantuan komputer sebelum diterapkan di atas "kanvas hijau raksasa".

Setiap bulan April, warga desa bertemu dan memutuskan apa yang akan ditanam selama tahun berjalan. Misalnya saja, di tahun 2007 saja ada 700 petani yang membantu dalam satu proyek Tanbo Art. Menurut sumber Wiki, lukisan Gunung Iwaki yang sederhana menjadi lukisan yang pertama dibuat, dan dikerjakan selama sembilan tahun.



 
 Foto:wikipedia


Kini, Tanbo Art sudah menyebar ke berbagai wilayah di Jepang dan bisa dibilang merupakan salah satu objek wisata yang patut diperhitungkan. Menariknya, tak seperti fenomena crop circle yang menuai sensasi soal kedatangan Alien (meskipun ternyata hanya karya seni belaka), Tanbo Art murni karya seni yang berakar kerakyatan. Hal ini juga menjadi bukti bahwa kaum tani pun memiliki cita rasa seni yang tinggi.


Sumber: wikipedia - dailymail

Jumat, 03 Februari 2012

Sejarah Becak


Ini adalah sejarah dan asal muasal becak. Asal-usul becak diyakini berawal dari kendaraan serupa yang pertama kali beroperasi di Jepang yaitu jinrikisha (人力車, 人 jin = manusia, 力 riki = daya atau tenaga, 車 sha = kendaraan) sekitar tahun 1868 saat restorasi Meiji. Kata "jinrikisha" mulai masuk dalam kamus Oxford English Dictionary tahun 1887.
Foto: Bangsawan wanita Jepang naik jinrikisha sesuai yang digambarkan 
Arnoldus Montanus dalam bukunya tahun 1669
 
Siapakah yang diakui menjadi penemu kendaraan bertenaga manusia ini masih terdapat perbedaan pendapat.

Sumber pertama.
Jinrikisha (atau rickshaw: Cina) ditemukan oleh Albert Tolman, seorang pandai besi dari Amerika tahun 1848 di Worcester, Massachussets, untuk kepentingan pekerjaannya sebagai misionaris.

Sumber kedua.
Seorang misionaris Amerika di Jepang, Jonathan Scobie membuat rickshaw sekitar tahun 1869 sebagai alat transportasi bagi istrinya yang menyandang cacat.

Suatu saat dia berpikir bagaimana cara istrinya yang kakinya cacat bisa ikut berjalan-jalan? Tentu diperlukan sebuah kendaraan. Kendaraan itu, pikirnya, tidak usah ditarik kuda karena hanya untuk satu penumpang saja. Kemudian ia mulai menggambar kereta kecil tanpa atap di atas secarik kertas. Orang-orang Jepang yang melihat kendaraan pribadi ditarik manusia itu menamakannya jinrikisha. Penarik jinrikisha biasanya diberi upah tiap minggu. Lama-lama, jinrikisha menarik perhatian masyarakat Jepang, khususnya para bangsawan.

Foto: Japanese rickshaws 1897 

Sumber ketiga
Orang-orang Jepang percaya bahwa jinrikisha diciptakan oleh tiga orang: Izumi Yosuke, Suzuki Tokujiro, dan Takayama Kosuke pada tahun 1868, terinspirasi pada penggunaan kuda penarik kereta yang populer lebih dahulu. Sejak tahun 1870, pemerintah Jepang mengeluarkan ijin produksi serta penjualan jinrikisha bagi tiga penemu ini. Sejak 1872 ada sekitar 40.000 jinrikisha beroperasi di Tokyo (Powerhouse Museum, 2005; The Jinrikisha story, 1996).

Becak di Indonesia


Foto: Becak Siantar, Sumatera. Lazim dipanggil Bentor



Di Indonesia, kata "becak" kemungkinan besar diambil dari dialek Hokkien: be chia "kereta kuda". Di Indonesia ada dua jenis becak yang lazim digunakan:

* Becak dengan pengemudi di belakang. Jenis ini biasanya ada di Jawa.
* Becak dengan pengemudi di samping. Jenis ini biasanya ditemukan di Sumatra seperti Bentor, dan lainnya.
 
 Foto: Becak khas Yogyakarta.

Satu-satunya kota di Indonesia yang secara resmi melarang keberadaan becak adalah Jakarta. Becak dilarang di Jakarta sekitar akhir dasawarsa 1980-an. Alasan resminya antara lain kala itu ialah bahwa becak adalah "eksploitasi manusia atas manusia". Penggantinya adalah, ojek, bajaj dan Kancil. 

Selain di Indonesia, becak juga masih dapat ditemukan di negara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Vietnam dan Kuba. Di Singapura, becak kini hanyalah sebuah alat transportasi wisata saja.

  Foto: Ricsha di pecinan,  Los Angeles 1938



   Foto: Cycle rickshaw di  Beijing
Sumber : Wikipedia

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More